Bosan dengan makanan pinggir jalan yang itu-itu saja? Kalau begitu anda wajib mencoba yang satu ini. Kedai ini terletak di jalan Qadr Raya (komplek islamic Village) depan Indomart. Sop buntut Pak’de. Baru 3,5 tahun Pak’de membuka tempat ini, tapi pelanggannya sudah tak terhitung. Mulai dari karyawan sampai mahasiswa, dari pejabat sampai ibu rumah tangga, dari Tangerang sampai luar kota. Tidak heran kalau Pak’de punya banyak pelanggan. Sesuai slogannya, rasa bintang lima harga kaki lima. Kepuasan pelanggan adalah kebanggaan Pak’de. “Saya gak mau jual mahal, untung tipis asal pelanggan puas, saya sudah seneng banget” tutur laki-laki asal Wonogiri ini. “Sop buntut masih jadi favorit pelanggan, walaupun menu-menu lain juga jadi andalan kami. Untuk menu anak-anak, omelet sayuran yang paling diminati. Semua resep racikan saya sendiri” lanjut bapak dua anak ini. Gak heran kalau semua menu disini jadi andalan, karena laki-laki 46 tahun ini lulusan sekolah perhotelan dengan posisi terakhir sebagai chef di salah satu restaurant keluarga di Jakarta, sebelum akhirnya memilih berwira usaha. Dengan omset 5 juta rupiah perhari, tempat ini buka dari jam 10 pagi hingga 10 malam. Ayo tunggu apalagi? Gak usah ragu, di jamin anda puas. Bisa makan murah meriah dengan rasa mewah.
Bebek, dulu identik dengan daging yang keras dan aroma yang kurang sedap. Sekarang, anda tidak akan menemukan yang seperti itu di Bebek Royal. Rumah makan yang khusus menyediakan aneka menu bebek ini, bisa membuat kita menikmati empuknya daging bebek sampai gigitan terakhir. Enggak percaya? Coba saja anda datang untuk mencicipinya. Berawal dari gemar makan aneka hidangan bebek, sang pemilik, Ibu Audrey A.F memulai usaha ini. Kebetulan, sang suami hobi memasak. Bebek Royal bisa menghabiskan 65 ekor bebek pada weekdays dan 100 ekor bebek di weekend. Rumah makan ini terbilang baru (belum genap 3 tahun), tapi sudah memiliki cabang di Ciledug. Tidak heran, karena rasanya yang nikmat dan menu bebek yang beragam, Bebek Royal memiliki banyak pelanggan. Anda bisa coba mulai dari soto bebek, sate bebek, nasi goreng bebek ijo sampai bebek gertak sambal (salah satu andalannya). Dengan harga yang cukup terjangkau, lokasinya pun mudah dicapai, di dalam komplek perumahan Taman Royal I, Jl. Boulevard Raya, Blok Cendana, Tangerang. Setiap hari Bebek Royal buka dari jam 10.30 pagi sampai jam 11 malam. Enggak bingung lagi cari makan siang atau makan malam kan?
Dengan modal awal Rp 30.000; saja, di tahun 2006, kini warung makan Mpok Kuni beromset 3 juta rupiah perhari. Pendapatan Mpo Kuni akan bertambah hampir 2 kali lipat di akhir pekan. Tadinya saya bertanya-tanya, apa sih istimewanya warung nasi ini? Ternyata memang beda! Buat anda yang suka masakan tradisional, warung ini tempatnya. Mpo Kuni khusus menyajikan masakan asli Betawi, termasuk masakan yang sudah langka dan sulit dicari. Dari pecak gabus, pecang jambu mede, sayur penganten, ikan cecere goreng, opor jantung pisang, sayur mangga dan masih banyak lagi. Total ada 28 jenis masakan. Yang khas dari tempat makan ini adalah sambal gobang. Mungkin ada sebagian yang terdengar asing di telinga kita. Keahlian Mpo Kuni di dapat dari sang mertua, yang dulu juga memiliki usaha warung nasi. Mpo Kuni mulai masak jam 6 pagi, dibantu anak-anak dan keponakan. Dan warung makannya buka dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam. Tapi jangan harap anda kebagian masakan langka kalau anda datang diatas jam 1 siang. Pelanggan tetap Mpo Kuni bukan Cuma walikota Tangerang, tapi juga camat dan walikota Jakarta Barat. Hebat! Dengan gaya lesehan, warung Mpo Kuni berdiri di lahan seluas 2000m. Kalau anda penasaran, silahkan datang ke warung Mpo Kuni, di Gg. A. Ismail Rt/Rw 01/05 Cipete-Pinang, Tangerang.
Masih berada di komplek Kehakiman, di Jl. Perdata III B7 no.16, mie ayam ini sudah menjadi tujuan wisata kuliner di Tangerang. Mas Min yang memiliki nama asli Suparmin, awalnya berdagang mie ayam keliling di tahun 1980-an. Sekarang pelanggannya tidak hanya datang dari Tangerang, tapi juga luar kota. Saat ini Mas Min dibantu oleh anaknya, Gatot Sulistono, untuk mengelola warung mie ayam ini. Setiap hari tempat ini buka dari jam 8 pagi hingga jam 9 malam. Kalau ramai, Mas Min bisa membuat mie dadakan. Ada yang beda dari mie ayam Mas Min dengan mie ayam lainnya. Anda penasaran? Gak mahal kok. Harga mie ayam perporsi Rp 9.000; dengan bakso Rp 11.000; mie ayam+ayam Rp 12.000; mie ayam+bakso+ayam Rp 14.000; bakso polos Rp 10.000; bakso+ayam Rp 13.000; yang mana selera anda?
Mendengar namanya saja sudah menggiurkan. Siapa yang tidak kenal dengan asinan Lan Jin? Bagi yang tinggal di Tangerang, asinan Lan Jin sudah tidak asing lagi. Ci Lan Jin sudah berjualan asinan sejak tahun 1976 dan masih di tempat yang sama sampai sekarang. Asinan Lan Jin sudah buka mulai jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Ibu dua anak ini rata-rata bisa menjual sampai 50 bungkus asinan setiap harinya. Jumlah itu akan bertambah di akhir pekan dan hari Raya. “Tapi tetap saja jumlah ini masih jauh dibanding sebelum kerusuhan ’98 lalu” katanya. “Asinan saya kuat sampai 2-3 hari di simpan di kulkas, karena saya tidak memakai bahan pengawet” tuturnya. “Asinan saya ada dua bumbu pilihan, bumbu kacang dan bumbu cuka, tergantung pembeli suka yang mana”. Harga perbungkusnya hanya Rp 10.000; tidak mahal kan? Kalau anda kebetulan lewat pasar lama sempatkan mampir, tempatnya mudah di cari kok.
Mungkin tidak terlalu banyak orang yang tahu tentang otak-otak ini. Padahal otak-otak asli pasar lama buatan Ci A Sim, sudah sampai ke luar negeri. Sebut saja Australia, Amerika dan Singapura. Tidak mengherankan, karena salah satu anak Ci A Sim tinggal di Singapura. Ci A Sim mulai berjualan otak-otak sejak tahun 1982, di turunkan dari sang ibu. Dalam sehari, Ci A Sim bisa menjual kira-kira 600 buah otak-otak (10 Kg ikan tengiri). “Jam 6 pagi saya sudah buka biasanya tutup jam 8 malam. Proses pembuatannya bisa sampai 4 jam, itu pun belum termasuk di bakar. Saya pakai alat panggangan khusus yang di datangkan dari Korea, untuk membakar otak-otak ini. Dan otak-otak saya bisa tahan sampai 4 hari kalau di simpan di pendingin. Makanya banyak yang bawa ke luar negeri buat oleh-oleh” tutur ibu tiga anak ini. Ci A Sim telah sukses mengantar anak-anaknya. Salah satu anaknya adalah dokter umum di salah satu Rumah Sakit di Tangerang. Kalau anda penasaran dengan rasa otak-otak ini, silahkan mampir ke pasar lama dan jangan kaget dengan harganya. Ci A Sim mematok harga Rp 5000/buah. Memang agak mahal, tapi jangan ragukan rasanya. Untuk yang satu ini, harga memang tidak pernah berbohong.
Tidak semua orang bisa menikmati siomay ini, karena sang pemilik hanya berjualan siomay Babi. Hendra Darmawan sudah berjualan siomay selama 20 tahun. “Awalnya saya berjualan keliling, akhirnya membuka tempat makan di rumah. Sampai sekarang pun saya masih sering jualan keliling dengan motor. Biasanya saya berkeliling di kompleks perumahan. Saya keliling mulai jam 2 siang sampai jam 8 malam. Kalau yang di rumah, sudah buka dari jam 9 pagi sampe jam 9 malam. Resep siomay ini saya dapat dari teman bapak. Kalau hari raya atau hari besar lainnya, saya bisa menjual sampai tiga kali lipat dari hari biasa. Harga siomay ini saya jual Rp 2500/buah. Disini siomay saya cukup di kenal, karena Cuma saya yang menjual siomay babi” begitu penuturannya.
Diambil dari salah satu nama anak Ibu Seng Nio, sang pemilik. Awalnya sang suami berjualan siomay keliling di daerah Kota, Jakarta. Akhirnya membuka tempat di rumahnya sekitar tahun 1984-1985 sampai sekarang. Sudah 5 tahun terakhir, siomay Andi tidak menaikkan harga. “Kami tetap menjual Rp 2500/satuan. Walau pun semua harga bahan mahal, kami tidak berani menaikkan harga. Tidak enak dengan para pelanggan. Karena yang beli siomay kami bukan cuma warga Tangerang, tapi dari luar kota juga banyak” tutur Herman, salah satu anak ibu Seng Nio yang membantu usaha keluarga. Resep siomay di dapat dari sang ayah. Siomay Andi sudah buka mulai jam 8 pagi dan tutup jam 7 malam. Tempat ini ramai pada jam makan siang dan sore hari. Pada hari biasa, Ibu Seng Nio hanya menghabiskan 10 Kg ikan tengiri. Dan pada hari besar, bisa mencapai dua kali lipat.
Berlokasi di komplek Kehakiman, Jl. Perdata I, tempat ini terbilang kecil. Tapi siapa yang menyangka kalau omset perharinya mencapai angka 7 juta. Dulu, Oki Halim Gunawan sang pemilik, hanya berdagang mie keliling. Sekarang bisa menyewa satu rumah yang di sulap menjadi kedai mie ayam. Dalam sehari, mie ayam ini bisa habis hingga 480 porsi. Dengan karyawan berjumlah 10 orang, tempat ini sudah buka dari jam 7 pagi dan tutup jam 9 malam. Selain hari raya Idul Fitri, mie ayam 59 juga punya hari libur 3 minggu sekali di hari senin. Harga mie ayam ceker Rp 13.000; mie ayam bakso/pangsit Rp 10.000; mie ayam bakso+pangsit Rp 12.000; mie ayam komplit Rp 17.000; dan mie ayam polos Rp 8000; di lihat dari harganya, memang sedikit lebih mahal dari tempat lain. Tapi soal rasa, sepertinya sebanding. Karena cuma anda yang bisa menilainya, jadi anda wajib mencobanya.
Lihat lokasi melalui google map.
Kalau anda besar di Tangerang, pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama ini. Yup! Bang Bandi. Kakek 5 cucu ini sudah berdagang bakso sejak tahun 1967. “Semua saya masak sendiri termasuk mie, kecuali bihun. Sehari saya bisa menghabiskan 15 kg daging. Untuk sambal, saya buat 3 hari sekali dan menghabiskan 16 kg cabe. Perporsi bakso saya jual Rp 7000; pangsit goreng Rp 1000; dan tulang (lebih dikenal zombie oleh para pelanggan) Rp 3000; saya mulai buka jam 09.00-16.30 wib. Biasanya sebelum jam 16.30 sudah habis. Buat yang mau makan zombie, jangan harap kebagian kalau datang setelah jam 12 siang” tutur bapak berusia 63 tahun ini. Saat ini Bang Bandi di bantu oleh ketiga anak dan menantunya. Bakso Bang Bandi hanya tutup pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Buat anda para pencinta bakso, silahkan datang ke Jl. Sukabakti V untuk menikmatinya.
Bisa dibilang ini adalah makanan ciri khas Tangerang. Bertempat di Jl. Mohamad Yamin, wisata kuliner laksa ini di bangun oleh Pemkot Tangerang sekitar bulan April 2010. Adalah Matsuro atau di kenal dengan nama Bang Bewok, salah satu pedagang disana. Sudah 15 tahun Bang Bewok berjualan laksa. Resep laksa ini di dapatkan turun temurun. Dalam satu hari Bang Bewok bisa menjual 100 porsi, jumlah ini akan bertambah 2 kali lipat di akhir pekan. Harga perporsi Rp 5000; (polos), Rp 7000; (+ telur), Rp 13.000; (+ayam kampung). Semua pedagang laksa yang ada disana masih bersaudara. Total ada 8 pedagang dan anda bebas memilihnya. Jika anda ingin mencicipinya, tempat ini sudah buka dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam.