TANGERANG – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menginstruksikan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tangerang untuk memperketat kesiapsiagaan darurat. Langkah ini diambil guna menghadapi implikasi buruk musim kemarau panjang serta eskalasi bencana lingkungan.
Arahan strategis tersebut ditegaskan saat Wabup Intan memimpin Apel Rutin Senin Pagi di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Senin (6/7/2026).
Evaluasi Satu Pekan Kebakaran TPA Jatiwaringin
Di hadapan ratusan ASN, Wakil Bupati memberikan perhatian khusus pada penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, yang telah memasuki hari ketujuh (1 pekan). Walau luasan api mulai menyusut, ia memperingatkan bahwa ancaman belum sepenuhnya reda.
“Sampai saat ini, proses penanganan masih terus dilanjutkan secara intensif. Masih terdapat titik-titik bara api (hotspot) yang terisolasi di bawah timbunan sampah terdalam. Jika tidak ditangani menyeluruh, bara bawah tanah ini sangat berpotensi memicu kebakaran permukaan baru akibat pasokan gas metan dan tiupan angin kencang,” jelas Wabup Intan.
Atas perjuangan tanpa henti di garis depan, Wabup menyampaikan apresiasi tertinggi kepada seluruh unsur yang terlibat:
- Pemerintah Daerah & Kewilayahan: BPBD Kabupaten Tangerang, DLHK, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemda Tetangga.
- Aparat Keamanan: TNI dan Polri.
- Unsur Pendukung: BUMD, komunitas relawan, serta instansi Pemerintah Pusat.
Tiga Instruksi Strategis Menghadapi Puncak Musim Kemarau
Menyikapi meluasnya dampak musim kering, Wakil Bupati Tangerang mengeluarkan tiga maklumat mitigasi yang wajib segera dieksekusi oleh seluruh perangkat daerah:
1. Penghentian Total Aktivitas Bakar Sampah Liar
Wabup menginstruksikan para Camat, Lurah, hingga Ketua RT/RW untuk mengedukasi dan menindak tegas warga yang masih membakar sampah secara sembarangan. Di tengah cuaca kering, tindakan tersebut menjadi pemantik utama kebakaran lahan yang memicu polusi udara hebat dan mengganggu stabilitas ekonomi lokal.
2. Jaminan Logistik Air Bersih
Dinas terkait diminta memastikan ketersediaan pasokan air bersih bagi wilayah-wilayah yang mulai mengalami kekeringan ekstrem.
“Saya minta ketersediaan air bersih dan kesiapan armada distribusinya dipastikan aman. Lakukan pemetaan (mapping) dini terhadap daerah rawan krisis air,” perintahnya.
3. Intervensi Kesehatan Cegah ISPA
Dinas Kesehatan bersama seluruh jaringan Puskesmas diinstruksikan untuk bergerak masif di lapangan. Mereka diwajibkan melakukan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna meminimalisir lonjakan penyakit khas musim kemarau, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare.
Sistem Deteksi Dini di Tingkat Kecamatan
Guna memastikan rantai komando berjalan responsif, Wabup Intan meminta seluruh Camat mengaktifkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Pemantauan wilayah secara real-time harus diperkuat agar setiap potensi titik api maupun bencana kekeringan dapat dideteksi secara dini sebelum meluas menjadi bencana skala besar.
Mengakhiri amanatnya, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta apel untuk menyatukan doa demi keselamatan para petugas di lapangan TPA Jatiwaringin serta pemulihan total bagi masyarakat yang terdampak.
“Semoga setiap ikhtiar bersama ini menjadi amal pengabdian yang membawa keberkahan dan ketangguhan bagi Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.













