Beranda / TANGERANG SELATAN / Tangerang Darurat BBM: Pertalite Menghilang, Warga Terpaksa Antre Berjam-jam!

Tangerang Darurat BBM: Pertalite Menghilang, Warga Terpaksa Antre Berjam-jam!

TANGERANG – Warga Kota Tangerang dan sekitarnya belakangan ini dihadapkan pada situasi sulit akibat terbatasnya ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Keluhan ini telah memuncak dalam empat hari terakhir, di mana pengendara terpaksa berkeliling ke berbagai SPBU hanya untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi tersebut.

Kondisi Lapangan: Antrean Panjang dan Stok Kosong

Pantauan di beberapa titik, termasuk di kawasan Jalan Sudirman, Kota Tangerang, menunjukkan antrean panjang kendaraan yang ingin melakukan pengisian Pertalite. Banyak warga yang mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama karena stok yang sering ludes dalam waktu singkat.

Situasi ini dipicu oleh pergeseran perilaku konsumen yang beralih ke Pertalite setelah harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, tetap berada di angka tinggi (Rp 16.250 per liter di wilayah Banten), sehingga menekan daya beli masyarakat.

“Susah sekali dapat Pertalite, semua SPBU sering kosong. Begitu tersedia, langsung antrean panjang. Terpaksa beli Pertamax kalau tidak mau antre atau kehabisan,” ujar salah satu pengendara yang ditemui di lokasi.

Respon Pihak Terkait

Meskipun warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses BBM subsidi, PT Pertamina Patra Niaga melalui keterangan resminya pada 13 Juni 2026 (yang tetap menjadi acuan monitoring distribusi hingga Juli 2026) menegaskan bahwa pasokan Pertalite secara nasional dipastikan aman dan distribusi ke seluruh SPBU berjalan normal.

Pertamina mengklaim telah melakukan pemantauan real-time terhadap stok di setiap lembaga penyalur untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Namun, realitas di lapangan menunjukkan ketimpangan antara suplai dan tingginya permintaan yang melonjak akibat faktor harga.

Dampak Ekonomi Lokal

Kelangkaan ini tidak hanya dirasakan oleh pengendara pribadi, tetapi juga berdampak langsung pada pengemudi ojek online (ojol) dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada Pertalite untuk menjaga biaya operasional harian tetap rendah. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang sebelumnya mencatat bahwa kelangkaan BBM sempat memicu kenaikan inflasi di wilayah tersebut pada bulan Juni lalu, yang kini kembali dirasakan dampaknya di bulan Juli.

Catatan: Bagi warga yang terdampak, Pemerintah Kota Tangerang menyediakan kanal pengaduan melalui aplikasi Tangerang LIVE fitur LAKSA atau melalui WhatsApp di nomor 0811-1500-152 untuk melaporkan kendala di lapangan agar dapat segera dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *