TANGERANG – Angin segar berembus bagi para pedagang di Pasar Tradisional Kronjo, Kecamatan Kronjo. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang kembali menggelar aksi jemput bola massal untuk pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis, Kamis (9/4/2026).
Langkah masif ini sengaja diambil demi menggenjot ekonomi kerakyatan sekaligus memastikan para pedagang kecil memiliki legalitas hukum yang sah dalam menjalankan roda bisnisnya.
Kolaborasi Strategis Demi Dongkrak Ekonomi Rakyat
Aksi turun ke lapangan ini bukan pergerakan tunggal. Perwakilan Tim Penyuluh DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Galih Gumelar, mengungkapkan bahwa agenda ini merupakan sinergi lintas sektor bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Perumda Pasar NKR Kabupaten Tangerang.
“Tujuan utamanya jelas, kami ingin menaikkan kelas ekonomi kerakyatan. Lewat NIB ini, pelaku usaha mikro tidak hanya mengantongi legalitas resmi, tapi juga otomatis membuka pintu akses bantuan dari pemerintah,” ujar Galih di sela-sela kesibukannya melayani warga.
Antusiasme pedagang pun luar biasa. Sejak pagi buta sebelum pos pelayanan dibuka hingga resmi ditutup pukul 12.00 WIB, antrean warga tampak mengular. Alasan utamanya? Prosesnya yang super cepat, mudah, dan sama sekali tidak dipungut biaya.
Pedagang hanya perlu membawa KTP, smartphone, serta alamat email aktif. “Persyaratannya sangat simpel. Proses input data pun langsung jadi di tempat tanpa ada kendala teknis atau gangguan jaringan,” imbuhnya.
“Golden Ticket” untuk Dapat Pasokan Sembako Murah Bulog
Menariknya, kepemilikan NIB saat ini punya fungsi yang jauh lebih strategis dari sekadar urusan administratif. Galih membeberkan bahwa NIB kini menjadi syarat mutlak bagi para pedagang untuk bisa mendapatkan suplai komoditas pangan murah—seperti beras dan minyak goreng—langsung dari Bulog.
“Fokus kami bukan cuma membagikan NIB, tapi membantu pedagang agar ke depannya bisa menyetok beras dan minyak murah dari Bulog. Ini adalah langkah konkret pemerintah untuk menstabilkan harga pasar sekaligus menekan laju inflasi,” urai Galih.
Program ini dipastikan akan terus meluas, tidak hanya menyasar area pasar tradisional, melainkan merata ke seluruh pelaku usaha di tingkat kecamatan, desa, hingga kelurahan di wilayah Kabupaten Tangerang.
Pedagang Merasa Terbantu: “Gak Perlu Korbanin Waktu dan Ongkos”
Manfaat nyata dari program ini dirasakan langsung oleh Nono Martono, salah satu pedagang sembako di Pasar Kronjo. Ia mengaku sangat bersyukur karena tidak perlu repot-repot menutup tokonya demi pergi ke pusat pemerintahan.
“Sangat membantu karena prosesnya cepat, digratiskan, dan dibimbing langsung sampai jadi. Kalau harus ke kantor pusat sendiri, pasti repot. Belum tentu ada waktu, belum lagi kepotong ongkos bensin dan makan. Di sini semua beres seketika,” aku Nono semringah.
Jadwal Diperbarui Tiap Bulan, Masyarakat Diminta Bersiap
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan, memastikan bahwa program jemput bola ini akan menjadi agenda rutin bulanan dengan lokasi yang berpindah-pindah. Ia mengimbau para pelaku usaha yang belum terdaftar untuk aktif memantau jadwal operasional melalui kantor kecamatan atau desa masing-masing.
“Mengusung slogan ‘Melayani dan Menjaga Investasi’, kami berharap seluruh pelaku usaha di wilayah Tangerang Gemilang segera memiliki legalitas resmi demi kesejahteraan ekonomi yang jauh lebih baik,” pungkas Hendar.
Bagaimana? Apakah gaya penulisan berita di atas sudah sesuai dengan konsep fresh dan profesional yang kamu inginkan, atau ada bagian spesifik yang ingin kamu sesuaikan lagi?





